March 7, 2011
November 20, 2010
To : X AKP 1 class
Please, post your work about “expressing apology” by visiting Edeswari’s blog and click “Leave a comment”, then insert your work in “Leave a reply box“. Finally, click “Post comment. I’ll be waiting yours on Sunday, November 21st. at 10 p.m okay,
Good luck guys!
September 2, 2010
XII Busana Butik 2 (English Test Result)
Posted by elvinadeswari under UncategorizedLeave a Comment
XII BUSANA BUTIK 2
24-08-2010
NAME / SCORE//STATUS
ALVIA PRIMA NANDA / 6,84 (NC) REMED
ATIKA SUMADI / 6,45 (NC) REMED
AULIA YUSRINA / 6,97 (NC) REMED
CYNTIA / 6,58 (NC) REMED
DESTY AYU / 6,97 (NC) REMED
DIAH AYU / 6,97 (NC) REMED
DINI OKTARINI / 5,79 (NC) REMED
DWI NURHAYATI / 7,50 (C)
ELA NURMALA SARI / 5,92 (NC) REMED
FAUZIAH AHMAD / 6,71 (NC) REMED
FEBY AQMARINA / – REMED
FENNY HIDA / 6,45 (NC) REMED
HANAN / 7,37 (C)
LEILA MARHENIKA / 6,71 (NC) REMED
M.JEFRI INDRIZAL / 5,26 (NC) REMED
M.RAHMAN / 6,45 (NC) REMED
MIRZA RESITA / 7,76 (C)
NINDYA / 6,90 (NC) REMED
OFIATI HADAIQO AN NABA / 6,18 (NC) REMED
PUPUT WULANDARI / 6,58 (NC) REMED
SARAH ANISA / 8,03 (C)
SHERLY RAHMAN / 6,05 (NC) REMED
SITI KHAIRUNNISA// 6,32 (NC) REMED
SUCI KHAIRUNNISA / 5,79 (NC) REMED
SUSI ASIATUN / 7,24 (C)
YULIANA PUTRI / 7,39 (C)
YURIKO KODAMA / 8,95 (C)
September 2, 2010
XII Busana Butik 1 (English Test Result)
Posted by elvinadeswari under UncategorizedLeave a Comment
24-08-2010
XII BUSANA BUTIK 1
NAME / SCORE / STATUS
ADE AMELIA / 6,90 (NC) REMED
ALFIYAH SUKMAWATI / 6,63 (NC) REMED
ANISA SOLEHAH / 7,20 (C)
ANNISA RAHMANIA / 6,90 (NC) REMED
APRILIAN TIKA BINTARTI / 7,00 (C)
ARIFAH SUNDARI PUTRI / – REMED
AVISNA PUTRI / 6,80 (NC) REMED
CHAMELIA MASFUFAH / 7,30 (C)
CINTAMI MAKMUR / 6,90 (NC) REMED
DEWI ROSITA SARI / 6,60 (NC) REMED
GINA CLAUDIA / 7,40 (C)
IMELDA / 6,13 (NC) REMED
IRMAYANTI / 7,50 (C)
LANI SUWITO / 6,80 (NC) REMED
LENI GUSTIANI / 6,10 (NC) REMED
LINDA / 5,70 (NC) REMED
NUR AFIFAH / 6,00 (NC) REMED
NUR KHODIJAH / – REMED
SARI HIARI DIMANTI / 6,00 (NC) REMED
SEPTI ANGGRAINI / 7,40 (C)
SINTIA TRIANA T. / – REMED
SITI FATIMAH / – REMED
SOVIA HANDAYANI / 7,60 (C)
UTAMI AZHAR N. / 7,10 (C)
WITA ISRIA / 4,40 (NC) REMED
YENY RAHMAWATI / 6,50 (NC) REMED
September 2, 2010
MEMORANDUM
To : All students of X AKP 1 and XII Busana Butik 1, 2
From: Ms. Elvina Deswari, English Teacher
Subject: Remedial Test of English (Online)
Congratulations to the students who got 7.00 or more. You no longer need to follow this remedial tests.
All students who are not competent yet or who get below 7.00 for the English language Test must take
Remedial Tests Online
after Lebaran
Before joining the test, you are welcome to see the results of previous tests on my blog, website of SMKN 30 Jakarta.
If there are things that are not clear please send to my e-mail address (edeswari@yahoo.com)
Regards
Elvina
September 1, 2010
ENGLISH TEST 1
X AKP 1 (HOTEL ACCOMMODATION)
(August 27th. 2010)
MINIMUM STANDARD ENGLISH PROFICIENCY (KKM) = 7,00
NAME / SCORE / STATUS / NOTE
ARISMAN SETIADI / 6,25 / NOT COMPETENT (NC) / REMEDIAL (R)
ARSYA SITI MP / 8,25 / COMPETENT (C)
BTARI ASTRID / 9,00 / C
DINA FEBRIA RACHMAWATI / 8,75 / C
DINAR SAFITRI / 8,25 / C
EDA FADLI – NC/ R
GREGORIUS ROBBY KUNTAG / 6,25 / NC / R
HANA MAULIDA / 9,00 / C
INDAH PRATIWI / 5,50 / NC / R
JULIET JENIFFER M / 4.75 / NC / R
KARLINA / 9,50 / C
KHARISMA RS / 8,50 / C
LAILLA YUKAVIE IDDANA / 7,75 / C
LEVVY WIJAYA / 9,38 / C
MARIA LOESIA S / 9,00 / C
NADIRA RAZAK / 9,00 / C
OLIVIA ANASTASIA -/ NC / R
RIDA MONARA N / 8,63 / C
RINA PEBRIANTI P / 9,50 / C
RIZKA MAULIDA / 6,75 / NC / R
TRI HARDANA / 9,00 / C
VICTOR H.E.DIPO / 6,00 / NC / R
VIRLIANA PUTRI / 8,25 / C
WAHYU RIANDI F / 5,87 / NC / R
YOFA SETIA ALDILA / 6,75 / NC / R
YUSMADI ADIMIHARJA / 6,00 / NC / R
March 4, 2010
“ Money is Everything.”
” Money Brings Happiness”

What do you think ………………?
April 26, 2009

this image taken from www.theasa.net
Grow working ethos by studying 8 working ethos created by Jansen H. Sinamo (1999) below!
- Working is holy (suci). I can work correctly (benar). It’s my character (fitrah).
- Working is healthy (sehat). I can work hard (keras). It’s my actuality (aktualitas).
- Working is a God’s mercy (rahmat Allah). I can work honestly (tulus). It’s my thanks (terimakasih).
- Working is a mandate (amanah). I can work totally (tuntas). It’s my responsibility (tanggung jawab).
- Working is an art (seni), I can work creatively (kreatif). It’s my hobby (kesukaan).
- Working is an act of devotion (ibadah). I can work seriously (serius). It’s my dedication (pengabdian).
- Working is lofty (mulia). I can work perfectly (sempurna). It’s my service (pelayanan).
- Working is an honor (kehormatan). I can work excellent (unggul). It’s my obligation (kewajiban).
Don’t ever worry about “working”. It can bring happiness and I feel closer to ALLah SWT.
April 2, 2009
Kompas.com-Foto Citizen, sebelum & sesudah jebol.
27 Maret 2009, dini hari….


Belajar dari Situ Gintung
Oleh Imam A. Sadisun
SITU atau dalam istilah yang lebih umum juga dikenal sebagai danau
berukuran relatif kecil, dapat terbentuk secara alamiah maupun buatan.
Situ-situ ini mendapatkan pasokan air baik dari curah hujan, mata air,
atau bahkan sungai-sungai yang terdapat di sekitarnya. Beberapa situ
memiliki saluran keluar (outlet) yang terkadang juga dapat terbentuk
secara alamiah atau merupakan konstruksi buatan, yaitu dengan membangun
bendungan kecil atau tanggul.
Situ Gintung di wilayah Cirendeu, Tangerang, Banten, pada mulanya
merupakan situ yang terbentuk secara alamiah. Tanggul pada situ ini
dibangun sejak zaman Pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, yaitu pada 1933
(Detik.com, 27/3). Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan
Seribu yang dibuat Turkandi dkk. (1992), Situ Gintung berada pada satuan
batuan endapan volkanik.
Berdasarkan jenis materialnya, tanggul Situ Gintung berupa urugan tanah
yang relatif homogen (earth dam). Pada umumnya, tanggul jenis ini terdiri
dari satu jenis tanah kedap air yang dipadatkan, yang seharusnya
dilengkapi dengan sistem penyalir horizontal (horizontal drain) atau
cerobong (chimney drain). Sistem penyalir merupakan bagian yang penting
dalam konstruksi tanggul, terutama berfungsi menurunkan garis aliran
rembesan di dalam tubuh tanggul.
Ketidakstabilan tanggul disebabkan berbagai faktor, yang dapat memainkan
peranannya secara terpisah maupun gabungan. Salah satu faktor adalah erosi
bawah permukaan di bagian hilir tanggul atau erosi buluh (piping erosion).
Tanah yang umumnya kohesif hasil pelapukan endapan volkanik, cenderung
mudah mengalami proses ini. Erosi ini kadang diawali dengan retaknya
lereng tanggul di bagian hilir, disusul dengan runtuhnya badan tanggul.
Runtuhnya badan tanggul bisa juga dipengaruhi kemungkinan rusaknya tanah
bawah (subsoil) akibat erosi buluh.
Bahaya akibat keruntuhan tanggul, akan diperparah apabila kondisi genangan
air di situ terlalu tinggi (overtopping) atau bahkan melimpas tanggul.
Lebih dari itu, volume air yang melimpah tentunya akan menjadi ancaman
yang lebih besar setelah badan tanggul runtuh.
Hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi di tanggul Situ Gintung, yang
mengakibatkan jebolnya badan tanggul, Jumat (27/3) dini hari. Sebelum
tanggul runtuh, banyak yang melaporkan adanya retakan-retakan di badan
tanggul. Kemungkinan besar, ini berkaitan dengan proses erosi buluh dan
penurunan sebagian badan bendungan.
Hujan deras yang terjadi beberapa hari sebelum jebolnya tanggul Situ
Gintung, merupakan penyebab utama naiknya genangan air di situ tersebut.
Situ dengan luas genangan diperkirakan mencapai 21 ha itu dan dengan
volume air mencapai 1,5 juta meter kubik, telah memuntahkan sebagian besar
isinya setelah badan tanggul jebol. Tak salah bila banyak korban bencana,
yang menyatakan banjir bandang ini seakan tsunami kecil. Bentuk morfologi
permukaan tanah yang tidak rata di bagian hilir, sangat memengaruhi
larinya banjir bandang dan juga penyebarannya.
Sistem pemantauan
Dengan umur yang sangat tua, selayaknya Situ Gintung mendapatkan perhatian
yang cukup. Tidak hanya sebatas faktor kapasitas dan kualitas air yang
mengisi situ tersebut, tetapi menyangkut kestabilan badan tanggulnya.
Apalagi, Situ Gintung ini merupakan salah satu alternatif tempat tujuan
wisata yang tak jauh dari ibu kota negara, maka jaminan keamanan kepada
para wisatawan pun harus diberikan.
Keamanan tanggul harus selalu dievaluasi. Adanya potensi keruntuhan badan
tanggul, seharusnya dapat diidentifikasi secara dini. Usaha-usaha
pencegahan ini sangat penting dan sekecil apapun gejala terhadap
kemungkinan kejadian keruntuhan, badan tanggul harus selalu
diperhitungkan. Metode lain yang cukup penting, yaitu pemantauan atau
monitoring.
Gejala-gejala adanya ketidakstabilan lereng bendungan umumnya dapat
dipantau secara visual. Ciri-ciri umum yang seringkali dijumpai adalah
rembesan atau bahkan mata air di bagian sisi hilir kaki tanggul secara
liar. Mata air ini lambat laun bisa berkembang dan akan mengakibatkan
proses erosi bawah permukaan. Proses perkembangan erosi bawah permukaan
kadang-kadang disertai dengan retaknya tanggul, yang akhirnya
mengakibatkan runtuhnya seluruh badan tanggul.
Seiring dengan semakin berkembangnya teknik instrumentasi, bukannya tidak
mungkin memasang alat pantau di setiap tanggul atau bendungan. Dari jenis
alat pantau yang hanya digunakan untuk mengukur perubahan level genangan
air seperti AWLR/automatic water level recording, hingga jenis alat pantau
yang dapat mendeteksi pergeseran pada permukaan ataupun di dalam tubuh
tanggul (seperti halnya ekstensometer) . Hampir seluruh alat pantau
tersebut dapat dikontrol dari jarak jauh secara real-time.
Mitigasi bencana
Dengan telah berkembang kawasan pemukiman yang relatif cukup padat di
bagian hilir tanggul Situ Gintung, sebenarnya sangat disayangkan mengapa
hal ini terjadi. Dengan kasatnya potensi risiko bencana yang ada,
usaha-usaha mitigasi bencana terhadap kemungkinan jebolnya tanggul Situ
Gintung seharusnya dilakukan.
Mitigasi dapat dilakukan secara struktural, misalnya dengan memberikan
tambahan sistem perkuatan tanggul, ataupun secara nonstruktural, antara
lain dengan melakukan berbagai sosialisasi dan arahan yang tepat tentang
potensi berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi di sekitar kita.
Mitigasi secara umum dilakukan sebelum bencana tiba, seringkali tidak
menentu atau bahkan lebih cepat dari waktu-waktu yang diperkirakan, bahkan
terkadang memiliki intensitas yang jauh lebih besar dari perkirakan
semula.
Belajar dari peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung, sepertinya bencana
ini sama sekali tidak disangka-sangka kejadiannya. Meskipun ada warga
mengetahui indikasi ketidakstabilan tanggul, tetapi tindakan kesiapsiagaan
yang dilakukannya belum terancang dan terorganisasi dengan baik. Yang
perlu mendapat perhatian di sini adalah dengan adanya peristiwa jebolnya
tanggul Situ Gintung, masyarakat di berbagai wilayah tanah air tinggal di
sekitar tanggul atau bendungan (khususnya berada di bagian hilir), mulai
resah. Apakah hal ini akan dibiarkan terus menerus berlangsung? ***
Penulis, Anggota Kelompok Keilmuan Geologi Terapan, FITB – ITB dan Ketua
Divisi Geologi Teknik – IAGI.
March 16, 2009
Dear all,
Ini sekilas tentang VERTIGO, bagi yang belum pernah merasakannya sebaiknya:
DICEGAH, jangan sampai masuk dalam VERTIGO CLUB. Ini pengalamanku sendiri, mungkin saja tidak sama dengan penderita lainnya, tapi aku hanya ingin sharing kepada para beberapa teman-temanku yang juga vertigo.
Hanya orang yang pernah mengalami VERTIGO bisa merasakan tersiksanya kalau sedang kumat, kita seperti berada di dalam sebuah ROUND TABLE lalu diputar berkeliling atau terkadang terasa seperti di ayun ke segala arah yg tidak jelas , di angkat tinggi dan berputar semuanya …… ????!!!!! 
Kepala saat diletakkan ke bantal sangat tidak nyaman, terus ingin berputar dan kita seakan mencari pegangan kemana-mana. Apalagi melihat atau menunduk ke bawah jelas tidak mungkin. Rasanya lebih baik tidur duduk saja.
Confidence level turun karena kita tidak tau kapan sang Vertigo akan muncul. Dia akan muncul begitu saja. Biasanya dengan MERISLON bisa hilang tapi TIDAK TUNTAS sembuhnya. Aku setiap tahun kumat sekali. Namun serangan vertigo yang terakhir menyebabkan aku tidak bisa tidur pada posisi kanan, setiap mau balik ke kanan maka vertigonya kumat. Aku merasakan ada sesuatu yang salah namun tidak tau apa itu ????. Akhirnya ketika Reuni Lebaran di Bali seorang teman memberikan reference untuk berobat ke seorang Profesor di Mt E- Spore, dimana dokter ini seorang NEUROLOG dan ahli dlm penyakit Stoke, baginya vertigo enteng ..
Maka untuk mencari kesembuhan aku menemuinya Jumat kemarin. Mula-mula dokter melakukan Blood Circulation Scan, di mana segera diketahui apakah ada bagian pembuluh darah yg mampet atau alirannya kurang lancar dls. Sesudahnya dilakukan Therapy di kursi sofa oleh seorang suster sbb :
Aku telentang dengan kepala sebagian nongol keluar kursi tanpa bantal dan dipegang oleh suster, kemudian disuruh noleh ke kiri, ADUUHHHH langsung VERTIGOnya kumat, dunia berputarrrrrr, sampai tanganku menggapai-gapai mencari pegangan…. , disuruh relax sesudah hilang maka harus menoleh ke kanan, kumat lagi walau tidak separah yang kiri, relax lalu balik badan dan kepala melihat ke lantai, lalu bangun perlahan2 dengan mata melihat ke bahu , kemudian duduk kembali. Hanya itu therapynya, tapi MANJURRRR, lalu aku diharuskan tidur bolak balik, kanan – kiri – kanan kiri dst …dst ( Total waktu therapy sekitar +/- 15 menit ) Sesudah aku tanya kenapa bisa vertigo ternyata SANGAT SEDERHANA . Apa itu ??? Vertigo terjadi karena kita salah posisi tidur, mungkin tanpa kita sadari kita selalu tidur pada satu posisi, misalnya kebanyakan kiri terus dan jarang kanan/kiri, sehingga ini akan memperparah vertigo, yang mengakibatkan adanya “christal” istilah mereka yg lepas dari telinga kita sehingga menyebabkan keseimbangan kita terganggu. Nah therapy itu utk mengembalikan posisi “Christal” itu, that’all … So Simple ya, ternayta tidak ada related dengan kolesterol atau lain sebagainya. Aku hanya diberikan 1 jenis obat yang hanya diminum 1 kali saja pada malam sesudah therapy , itupun kalau masih merasa berputar. Pada malam hari itu aku tidur dengan nyenyak dan mengikuti advise nya agar tidurnya kanan-kiri-kanan- kiri, dan memakai bantal 2 buah ditumpuk agar tinggi serta harusmerubah pola tidurku yang salah. ITU SAJA cara pengobatannya.
Aku adalah penggemar pijet, maka aku sempat tanya ke dokter apakah masih boleh pijet kepala, disarankan sebaiknya tidak pijet kepala,krn kuatir tk pijetnya kan tidak tau jelas pembuluh mana yang kena pencet.
Huhuhu aku kini STOP pijet dulu deh, karena ketika kena serangan yang baru lalu itu aku pas sedang dipijet bagian kepala, mungkin saja saat itu ada yang kurang pas.
Sayangnya selama ini aku belum pernah di advise therapy begitu oleh para dokter yang pernah aku datangi. Kalau sedang vertigo maka akan dihubungkan dengan kolesterol/lipitor, istirahat, minum obat pengencer darah, dls… , sedangkan minum merislon itu membuat kita lemas. Sabtu pagi aku therapy sekali lagi sebelum kembali ke Jakarta, sekarang aku merasa FIT dan tidak vertigo lagi, moga-moga ini akan selamanya dan aku tidak minum obat apapun. Nah moga-moga sharing ku di atas dapat bermanfaat bagi para teman yang kebetulan sudah masuk dalam VERTIGO Club , ataupun mungkin bisa di sharing kepada family yang kena vertigo ataupun kepada yang belum pernah kena vertigo .
Happy young man…
Note :TIDURLAH dengan sikap yang baik yaitu BOLAK-BALIK kiri kanan SEGERALAH perhatikan dan ubah pola tidur anda bilamana anda mempunyai kecenderungan tidur pada satu posisi.
(like a baby sleeping style)
Lakukan pola tidur ini mulai sekarang walaupun anda belum pernah kena vertigo.
PENCEGAHAN lebih baik